Pada akhir setiap kebaktian, selalu
diberikan doa berkat oleh Pendeta. Isi dari doa berkat itu adalah berkat
yang Tuhan berikan kepada mereka yang mengikuti kebaktian.
Ada berbagai rumusan dalam doa berkat di akhir kebaktian. Rumusan
berkat dalam Bil 6:23-26 banyak digunakan di gereja-gereja, terutama gereja
protestan. Tapi gereja beraliran Pantekosta juga ada yang menggunakannya.
Dibalik rumusan yang sederhana itu
sebenarnya terkandung sesuatu yang luar biasa dahsyat!
Doa Berkat itu disebut sebagai berkat
keimaman (priestly blessing)
Kenapa demikian ? Karena sebenarnya
hanya imam (pendeta) yang boleh mengucapkannya! Hanya mereka yang sudah
ditahbiskan yang boleh mengucapkan doa berkat itu. Dan itu menjamin kemanjuran
doa berkat itu!
MENGAPA KITA HARUS IKUT KEBAKTIAN ?
Ada beberapa alasan mendasar mengapa
kita harus ikut kebaktian setiap hari minggu :
1.
Karena Tuhan
sendiri yang memerintahkannya
Tuhan sendiri – lewat Musa – memerintahkan
orang Israel (orang kristen juga) untuk menguduskan hari sabat – lih. Kel.20:8;
31:13.
Dengan memelihara dan menguduskan hari
sabat, kita mengingat perjanjian antara Tuhan dengan kita – perjanjian anugerah
(dimana Tuhan mengangkat kita sebagai umat kepunyaan-Nya sendiri- band. 1 Pet. 2:9)
Dengan menguduskan hari sabat, kita
mengingat kebaikkan dan kemurahan Tuhan yang telah melepaskan orang kristen
dari perbudakan dosa!
2.
Karena
dengan mencari Tuhan (beribadah di kebaktian) kita akan memperoleh hidup – Amos
5:4.
Orang yang mencari Tuhan (rajin
kebaktian) akan memiliki hidup yang
sejati, yaitu :
- Hidup yang penuh damai sejahtera dan kecukupan di dunia ini.
- Hidup kekal bersama Tuhan di surga nanti.
3.
Karena
beribadah itu membuat kita kuat – Ibr.10:25
Beribadah itu seperti men-cas
aki atau baterai. Kita akan disegarkan dan dikuatkan lagi.
Dengan ikut ibadah (kebaktian) kita
juga menjalin persekutuan yang erat dengan taman seiman. Dan itu membuat kita
kuat, karena ada yang menasehati dan menghibur ketika kita susah!
BERKAT APA SAJA YANG AKAN KITA PEROLEH DALAM KEBAKTIAN ?
1.
Tuhan
memberkati dan melindungi kita (ayat 24)
Kata Memberkati bahasa Ibraninya Barak = mengalirkan/melimpahkan sesuatu (berkat) atas orang lain. bandingkan
berkat Ishak kepada Yakub dalam Kej.27:33
Kalau berkat ini sudah diberikan, tidak
bisa ditarik lagi!
Itulah sebabnya orang yang rajin
kebaktian, berkatnya berbeda dengan mereka yang jarang beribadah!
Kata Melindungi Ibraninya Shamar = menjaga, mengawasi, memperdulikan, menyelamatkan hidup.
Ini seperti seorang life guard – penjaga pantai atau penjaga
di kolam renang umum, yang selalu siap sedia memberikan pertolongan kalau ada
yang tenggelam atau kecelakaan!
Apa saja yang dilindungi Tuhan :
(a) Semua milik (hal-hal baik) yang
kita punyai, seperti : harta, anak,
istri, suami, rumah tangga,pekerjaan dsb.
(b) Melindungi kita dari segala ancaman
yang jahat. (Adam Clark`s commentary- tafsiran
alkitab)
2.
Tuhan
menyinari dan memberi kita kasih karunia (ayat 25)
Menyinari (Ibrani-Ore) = menjadi terang atau membuat bercahaya.Tuhan berkenan
dan tersenyum terhadap kita. (New Internasional Reader Version)
Illustrasi : Matahari menyinari Bulan. Bulan sebenarnya tidak memiliki
sinar sendiri. Tetapi bulan menerima sinar dari matahari dan memantulkannya ke
bumi, sehingga ia seolah-olah seperti
bersinar.
Hidup kita akan menjadi hidup yang
menyenangkan dan menjadi berkat bagi orang lain kalau Tuhan menyinari hidup kita! Contohnya :
(a) Kalau Tuhan menyinari kita dengan
kasih-Nya, maka kita bisa mengasihi orang lain.
(b) Kalau Tuhan menyinari kita dengan
pengampunan-Nya, maka kita bisa mengampuni orang lain juga.
(c) Kalau Tuhan menyinari kita dengan
berkat yang berkelimpahan, maka kita juga bisa menjadi saluran berkat bagi
sesama.
(d) Kalau Tuhan menyinari kita dengan
penghiburan yang sejati, maka kita bisa juga menghibur orang lain yang
kesusahan.
Memberi kasih karunia, Ibraninya
- Chanan = memberi anugerah, menunjukkan kemurahan
hati, berbelas kasihan.
Artinya, Tuhan selalu bersedia
menunjukkan kemurahan hati-nya yang tanpa batas untuk kebaikkan hidup kita!
3.
Tuhan
menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera kepada kita. (ayat 26)
Kata menghadapkan wajah-Nya ini berarti
setuju atau berkenan (seperti orang yang bersedia menatap wajah kita). Ini lawan dari membuang muka!
Ini berarti Tuhan berkenan kepada hidup
kita dan selalu akan merestui apapun yang kita kerjakan. Contohnya :
- Tuhan berkenan atas kesehatan tubuh kita.
- Tuhan berkenan atas pekerjaan kita.
- Tuhan berkenan atas rumah tangga kita.
- Tuhan berkenan atas hidup masa depan kita dsb.
Damai sejahtera (shalom) = keadaan sejahtera lahir
dan batin. Meliputi kepenuhan, kelimpahan dan keadaan paling baik yang bisa
dinikmati manusia (well being).
4.
Tuhan
memberkati makanan dan minuman kita – Kel. 23:25a
Artinya : Tuhan bukan saja memberkati
kita dengan makanan dan menuman yang melimpah, tetapi ia juga memberkati
makanan dan minuman itu sehingga sehat untuk kita makan/minum! - bebas dari
racun berbahaya.
5.
Tuhan Akan
menjauhkan penyakit dari diri kita – Kel 23:25b
Artinya : sekalipun banyak macam
penyakit berbahaya seperti Flu burung, Demam berdarah, cikungunya dsb, semua
itu akan dijauhkan dari diri kita.
Tuhan membentengi kita dengan kuat
kuasa-Nya dan menghalau segala penyakit itu menjauh dari tubuh kita!
Kesimpulannya : Tuhan ternyata sangat
menyayangi umat-Nya. Oleh sebab itu, setiap mereka pulang dari kebaktian/gereja,
Ia selalu mengalirkan berkat-Nya lewat seorang imam/pendeta, sebagai bekal
untuk umat-Nya agar bisa hidup sehat, sejahtera, lahir dan batin!
dimana ayat yang menyatakan doa berkata hanya pendeta yg bisa mengucapkannya
BalasHapusdimana ayat yang menyatakan doa berkat hanya pendeta yg bisa mengucapkannya
BalasHapus