Peritiwa
Pentakosta – pencurahan Roh Kudus adalah peristiwa amat penting dalam kehidupan
orang percaya dan gereja secara umum. Peristiwa ini menjadi titik balik bagi
pelayanan para murid Yesus – yang tadinya mengalami 6 L = letih, lesu, loyo,lemah,
lunglai, letoy, menjadi bergairah
kembali.
Kali
ini kita akan melihat apa saja berkat dibalik peristiwa Pentakosta baik dalam diri
para murid maupun dalam perkembangan gereja purba sebagaimana terekam dalam Kisah
Rasul 2:1-11.
BERKAT
TUHAN DALAM PERISTIWA PENTAKOSTA
1.Terjadi mujizat
Begitu
Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, maka mujizat besarpun segera terjadi
:
(a)
Suara
seperti angin yang bergemuruh – ayat 2
Angin
ini menandakan sesuatu yang dinamis, bergerak dan bertenaga. Jadi ketika Roh
kudus turun atas diri seseorang, ia akan menjadi manusia baru yang dinamis dan
terus bergerak untuk melayani Tuhan.
Menurut
sebuah penelitian, ada 12 ciri manusia yang dinamis :
(1)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang subur dengan ide-ide, banyak memiliki gairah hidup serta pandai
memupuk bakatnya sendiri.
(2)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang selalu ingin tahu.
(3)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang tidak bisa tinggal diam.
(4)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang selalu melakukan pendekatan dengan cara yang polos dan sederhana.
(5)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang bersikap independen (mandiri).
(6)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang percaya penuh atas kemampuan dirinya sendiri untuk memecahkan
masalah-masalah.
(7)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang harus memiliki daya cipta yang kuat serta ingin menemukan sesuatu
yang baru.
(8)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang memiliki semangat pengabdian yang besar.
(9)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang langsung memantapkan tujuan, nilai dan gagasan secepat mungkin.
(10)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang mendahulukan apa-apa yang penting.
(11)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang harus bersifat tahan uji.
(12)
Seorang pribadi yang dinamis adalah
seorang yang banyak menaruh minat dan mempunyai daya tarik minat pula terhadap
orang lain.
(b)
Turunnya
lidah-lidah api – ayat 3
Lidah
merupakan alat untuk berbicara. Jadi penggambaran Roh kudus yang turun seperti
lidah api disini menunjuk pada hal
berbicara dan bersaksi (bandingkan KPR 1:8) sebagai tugas para murid.
2.Bangunnya kerohanian para murid – ayat
4. Band.
1 Kor. 14:4
Pencurahan
Roh Kudus pada hari pentakosta juga ditandai
dengan fenomena pemberian bahasa roh (glosolalia) kepada para murid. Apa
manfaat bahasa roh ini ?
(a)
Menolong
kita untuk memenuhi perintah Tuhan agar kita selalu berdoa
(b)
Menyemangati
kehidupan doa kita
(c)
Merupakan
pintu masuk bagi karismata-karismata (karunia) lain, karena karunia bahasa roh
ini membuat kita semakin peka terhadap karya Roh. (Namun, ada juga orang yang
sudah menerima karunia yang lain padahal belum menerima karunia bahasa roh)
(d)
Merupakan
senjata melawan godaan setan. Memberikan perasaan tenang, hening, damai,
terutama bila kita sedang sedih atau bingung.
(e)
Merupakan bentuk doa permohonan dan pujian
yang efektif apabila kita tidak tahu apa yang harus kita minta atau kita
katakan dalam doa.
(f)
Membuahkan kemampuan yang lebih baik untuk
berpikir, menulis, atau untuk membuat penemuan karena Roh yang berbicara,
berkarya langsung di dalam bawah sadar kita serta menambah daya kreativitas
kita
3.Membuat
pelayanan menjadi efektif
Dampak
positif lainya dari pentakosta adalah : pelayanan para murid menjadi sangat
efektif.
(a) Sekali Petrus berkotbah 3.000 jiwa bertobat
Sebelum
Pentakosta pengikut Yesus hanya berjumlah ratusan orang saja.Tapi setelah Pentakosta Alkitab menulis peristiwa
besar yang belum pernah terjadi di dunia ini: pertobatan massal! Hal ini belum
pernah terjadi sebelumnya dan hingga kini belum pernah terulang lagi, yaitu
3000 orang bertobat dalam sekali khotbah yang dilakukan Petrus dan itu terjadi
dalam satu hari! Bahkan mereka langsung dibaptiskan (ay. 41)!
(b) Kesembuhan terjadi – Kis.3:1-9
Bukan
hanya pelayanan Firman saja yang efektif, pelayanan kesembuhan (healing
ministry) juga luar biasa. Petrus dan Yohanes dengan penuh percaya diri (karena
urapan roh kudus) menyembuhkan seorang pengemis di depan gerbang indah.
(c) Murid-murid bertekun dalam
pengajaran para rasul – Kis. 2:42
Pencurahan
Roh kudus membuat para murid bertekun dalam doa, pengajaran FT dan persekutuan!
Karena ketekunan ini jumlah orang yang menjadi kristen langsung meledak!
Band.Kis.2:47
Jadi kalau
gereja mau bertumbuh pesat 3 hal diatas harus dilakukan dengan tekun,
yaitu :
§ Doa
§ Pengajaran FT
§ Persekutuan
4.Memampukan
murid-murid menjangkau dunia
Sebelum
Pentakosta para murid hanyalah sekumpulan kaum pecundang yang eksklusif
(tersendiri/terasing). Mereka berkumpul dengan ngumpet-ngumpet takut diburu tentara Roma dan para pemimpin agama
Yahudi. Tapi setelah pentakosta mereka menjadi sekumpulan pemenang yang dengan
gagah berani keluar kandang memberitakan injil keselamatan!
Sejarah
mencatat, ke 12 murid (plus Paulus) Yesus adalah para rasul yang berani
mengabarkan injil keseluruh dunia. Contohnya :
(a) Petrus
Mengabarkan
injil kepada komunitas Yahudi baik yang di Yerusalem, samaria maupun Roma.
(b) Andreas
Andreas
dengan tekun mengabarkan Injil sampai ke Rusia dan Yunani. Sampai akhirnya ia
mati dengan cara disalib berbentuk X di kota
bernama Patras, yang terletak di sebelah selatan Yunani.
(c) Thomas
Menurut
tradisi gereja Thomas diyakini mengabarkan injil sampai ke India, sebab di
India ada gereja namanya gereja Mar Thoma (diyakini didirikan oleh Thomas).
(d) Paulus
Melakukan
pekabaran Injil keseluruh dunia termasuk ke asia kecil dan Eropa.
Kesimpuannya,
Peristiwa Pentakosta (pencurahan Roh kudus) ternyata berdampak luar biasa dalam
diri para murid dan gereja purba. Oleh sebab itu kalau kita mau hidup dan
pelayaan kita diberkati Tuhan, berdoalah minta Tuhan mengurapi anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar