Gereja
dan orang percaya yang sehat adalah yang mengandalkan Roh Kudus dalam hidupnya yang
penuh dengan pergumulan.
Hidup
di dunia ini penuh masalah dan pergumulan mulai dari pergumulan mencukupi kebutuhan
ekonomi, sampai pergumulan menemukan makna hidup.
Ada
yang mengatakan dalam mengarungi kehidupan ini kita harus melewati 4 tahap
gelombang :
1.
Struggling
/perjuangan.
Ini
adaah gelombang pertama. Manusia di dunia ini sedang berjuang. Tapi di tengah
perjuangan itu tidak semua mencapai sukses. Ada yang gagal lalu stress dan
lenyap.
2.
Success
Ini
gelombang ke 2. Bagi sebagian yang sukses, jangan menganggap kesuksesan itu
segalanya. Anak Tuhan yang sukses jangan berhenti sampai di situ, ada tahap
selanjutnya.
3.
Significant
/keberartian
Kesuksesan
kita harus memberi dampak yang besar, menjadi saluran berkat bagi sekitar kita.
Kita akan menggoncangkan dunia dengan Kasih Tuhan. Tidak cukup kita menikmati
kesuksesan kita tanpa memberi pengaruh kepada dunia karena itu berarti
kesuksesan kita palsu.
4.
Surrender
/berserah diri
Janganlah
lupa untuk menyerahkan diri setiap saat kepada Sang Pencipta yang tidak berubah
dan selalu memegang kita di sepanjang perjalanan hidup kita.
Nah,
dalam setiap gelombang yang kita lalui itu kita yakin Roh Kuduslah yang selalu
membimbing kita. Kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana Roh kudus
membawa kita dari kemenangan menuju kemenangan.
SERANGAN
SETAN
Tapi
sebelum masuk lebih dalam kita perlu waspada dulu serangan setan atas hidup
kita. Pada dasarnya setan akan menyerang kita saat kita lengah.Lih. 1 Petrus 5
: 8-9
:
1. Pada saat kita
terlalu mengandalkan kekuatan kita
Ada waktunya pada saat kita
mengalami terobosan rohani kita terangkat lebih tinggi sehingga mengakibatkan
kesombongan rohani. Sehingga kita terlalu yakin pada diri sendiri.
Jika kita
menemukan diri kita pada posisi yang membuat kita terlalu yakin pada kekuatan
sendiri maka kita harus berjaga-jaga.
Sebab Firman Allah katakan dalam
Yesaya 31 : 1-3, bahwa celakalah orang yang pergi ke Mesir dan mengandalkan
kekuatan kudanya, sebab Mesir adalah manusia bukan Allah.Dalam Yesaya 2: 11,17.
Dikatakan bahwa orang sombong akan ditundukan dan orang angkuh akan direndahkan
dan hanya Tuhan saja yang Maha Tinggi.
2. Pada saat
lengah, terlibat dalam kesibukan
Hal ini sering terjadi kepada
orang-orang yang sibuk dalam pekerjaan Tuhan. Mereka terlalu melibatkan diri
dalam banyak hal dan akhirnya mendapatkan dirinya dalam kekeringan dalam tubuh,
jiwa dan roh.
Pelayanan memang penting tetapi
harus diimbangi dengan persekutuan dengan Tuhan. Kita harus dapat
memprioritaskan yang terpenting dalam hidup kita.
BAGAMANA
CARA ROH KUDUS MEMBUAT KITA MENANG ?
Dalam Roma
12:11, kita lihat bahwa kunci kemenangan adalah ketika Roh kudus
“membakar “ kita. Kata “menyala-nyala “ dalam bahasa
Yunaninya adalah Zeo yang secara harfiah berarti Roh Kudus
menaikkan suhu dan lampu api sampai "mendidih." Apa saja yang dibakar Roh Kudus dari
diri kita
1.Pikiran kita – Fil.4:8
Roh Kudus akan membakar pikiran kita
sehingga kita lebih memikirkan perkara-perkara yang diatas dan bukan perkara
dunawi. Kenapa kita harus memikirkan perkara yang di atas ?
(a)
Karena perkara yang diatas itu kekal
Kita harus memprioritaskan
perkara-perkara yang diatas (rohani), karena hal itu bersifat kekal.
Manusia diciptakan Allah bukan untuk
kefanaan, tetapi untuk kekekalan. Oleh sebab itu Allah membuat sorga dan neraka
– 2 tempat perhentian kekal. Masalahnya
adalah : kemana anda sedang menuju : sorga atau neraka?
(b)
Karena dunia itu fana
Sebaliknya, dunia ini fana, ia akan
segera lalu lenyap. Oleh sebab itu kita tidak boleh terikat olehnya!
(c)
Karena percintaan dengan dunia adalah kekejian
di mata Tuhan – 2 Tim.4:10
Orang yang mencintai dunia akan
meningggalkan Tuhan atau pekerjaan Tuhan yang dilayaninya.
Ingat, kita tidak bisa mengabdi kepada
2 Tuan. Kita harus memilih : Allah atau mamon (uang/dunia) ?
2.Doa kita – Yak.
5:16
Roh Kudus akan membakar kita
sehingga kita memiliki dia yang berapiapi dan penuh semangat.
Kehidupan doa kita akan menjadi
indah dan penuh gairah. Doa yang berapi-api memiliki 2 dampak :
(a)
Dampak personal
Orang yang kehidupan doanya
bersemangat akan mengalami kebangunan rohani secara pribadi.
Hal itu ditandai dengan munculnya
semangat baru untuk mencari Tuhan dan kehendakNya di dalam hidup orang
tersebut.
(b)
Dampak nasional
Tapi lebih dari itu, doa yang
bersemangat bisa merdmpak pada kehidupan dalam skala nasional (suatu Negara)
bahkan universal (dunia).
Contoh kasus : Australia
Australia pernah dianggap sebagai
negara Kristen, namun sekularisasi agresif telah menyebabkan banyak orang
menjadi dingin dengan kekristenan. Hanya sekitar 10 persen dari populasi
penduduk yang secara teratur hadir di gereja. Lalu kemudian muncullah gerakan
rise up Australia - bangkitlah Australia.
“Rise Up Australia” dimulai pada
tahun 2000 oleh pastor Daniel Nalliah, presiden dari Catch the Fire
Ministries. Saat ini, lebih dari 10 tahun kemudian orang Kristen berkumpul
dalam pertemuan doa bulanan di 75 kota di Australia.
“Kelompok-kelompok doa ini fokus
berdoa untuk terobosan. Kami dipanggil untuk sebuah reformasi kasih. Saya tahu
Australia akan datang pada Yesus dalam 10 tahun mendatang,” ujarnya. “Seruan
‘Rise Up Australia’ adalah untuk memanggil orang-orang Kristen di sini berdoa
bagi transformasi negeri ini, dan sudah terjadi karena sejumlah mukjizat
melalui doa telah dilaporkan.”
3.Pekerjaan kita – Ams.12:9
Roh kudus adalah roh yang aktif dan
dinamis. Ia akan membakar kita agar memiliki kinerja yang excellent. Kenapa Roh
kudus mendorong kita agar memiliki kinerja yang excellent ?
Jansen Sinamo (guru etos kerja
Indonesia/kebetulan orang kristen) menyajikan 8 Etos Kerja Professional dengan
ciri-ciri sebagai berikut:
(a) Kerja adalah Rahmat
Kerja adalah rahmat Tuhan untuk
manusia, bukan hukuman. Adam sudah sejak awal disuruh bekerja oleh Allah yaitu
:”untuk menguasai dan mengelola alam semesta.” – Kej.1:28
(b) Kerja adalah Amanah
Kata amanah menurut kamus adalah : sesuatu yang
dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain.
Jadi,
Allah mempercayakan kepada manusia untuk bekerja merawat dan mengelola alam
ciptaannya ini.
(c) Kerja adalah Panggilan
Konsep kerja sebagai pangilan
dipegang teguh oleh kaum kristen Puritan (kelompok kristen penjaga kemurnian
ajaran). Bagi Kaum Puritan, pekerjaan adalah panggilan hidup,
yang harus diraih dan harus dilakukan dengan usaha-usaha yang serius dan keras.
Mereka menerima keyakinan bahwa eksistensi manusia di dunia ini adalah untuk
melaksanakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Bagi
orang Puritan mereka adalah buatan Allah, diciptakan untuk melakukan pekerjaan
baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan mereka berusaha hidup di dalam
rencana Allah.
(d) Kerja adalah Aktualisasi
Kerja juga merupakan sarana bagi
manusia untuk mengaktualisasikan dirinya, yaitu untuk membuat kehadirannya di
dunia ini berguna bagi banyak orang.
(e) Kerja adalah Ibadah
Kerja tak lain dan tak bukan adalah
sebuah bentuk ibadah aktif. Orang kristen abad pertengahan membagi kesalehan
menjadi 2 :
(1).Kesalehan pasif – yaitu berdoa,
bermeditasi, dan merenungkan FT.
(2).Kesalehan aktif – yaitu dalam
bentuk bekerja untuk kemuliaan Allah.
(e) Kerja adalah Seni
Kerja juga merupakan seni, artinya
dalam bekerja kita juga harus melibatkan unsur seni.
BEKERJA
SECARA KREATIF adalah buah dari penghayatan akan kerja sebagai seni. Menurut
kamus Brittanica Online, seni didefinisikan sebagai : “penggunaan
ketrampilan dan imajinasi dalam menciptakan objek-objek, lingkungan atau
pengalaman estetis yang dapat dibagikan atau ditunjukkan kepada orang lain.”
(f) Kerja adalah Kehormatan
Andrie Wongso mengatakan :” Tidak jarang kita
menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan
bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran
dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi
nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang
mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.”
(g) Kerja adalah Pelayanan
Seperti
yang telah diteladankan oleh Kristus, kita sesungguhnya dapat mengatakan bahwa
keseluruhan hidup Kristiani–termasuk pekerjaannya—merupakan sebuah pelayanan
(Mat. 20:27-28). Yesus memberikan pengertian yang penting sebagai
kontras dengan apa yang lazim di dunia. Sebagai pengikut Kristus, kita diminta
untuk menunjukkan ciri yang berbeda dari dunia ini dimana sang pelayanlah
justru yang lebih mulia dibandingkan yang dilayani.
Jansen sinamo menegaskan :” kemuliaan
seorang Kristen datang dari pelayanannya. Bila ia seorang pekerja, maka
kesenangannya melayani sesama melalui pekerjaannyalah yang membuat dia mulia.
Orang yang melayani adalah orang mulia. Pekerjaan atau profesi yang melayani
adalah pekerjaan dan profesi yang mulia karena merupakan bentuk pelayanan
senyatanya bagi masyarakat baik secara organik, fungsional, maupun hirarkis.”
4.Kasih kita – Mat.22:37-39
Roh Kudus akan membakar hati kita
dengan kasih yang menyala-nyala agar kita bisa melakukan 3 hal penting :
(a)
Mengasihi Allah dengan sebulat hati
Kita tidak akan menjadi pemenang
kalau ita tidak mulai dengan mencintai Allah dengan sebulat hati. Kata sebulat
hati ini penting, sebab kalu kasih kita kepada Allah tidak bulat, berarti kita
juga masih mecintai dunia. Dan ini bisa menyebabkan kehancuan kita.
(b)
Mengasihi sesama dengan sekuat
tenaga
Seorang pemenang butuh dukungan sosial
dari orang lain. Nah untuk mendapat dukungan social, kita harus berusaha
mengasihi orang lain dulu dengan sepenuh tenaga.
Arti sepenuh tenaga adalah dengan
segala kemampuan yang kita miliki. Kadang kita mengasihi orang lain hanya asal-asalan saja, tidak total!
(c)
Mengasihi diri sendiri dengan sepenuh hati
Kita tidak bisa menjadi pemenang
kalau kita tidak bisa berdamai (bc: mengasihi) diri sendiri.
Orang yang tidak mengasihi dirinya
sendiri berarti tidak bisa menaklukkan dirinya sendiri.
Kalau terhadap diri sendrii saja
tidak bisa menang, mana mungkin menang atas setan ?
Kesimpulannya, Urapan Roh Kudus akan
membuat hidup orang percaya dan gereja menjadi menyala-nyala dan berkemenangan
senantiasa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar