Rabu, 17 Juli 2013

4 CIRI JEMAAT YANG BELUM MATANG



Menjadi orang Kristen bertahun-tahun, tidak menjamin seseorang menjadi dewasa rohani. Bahkan ada orang kristen yang umurnya sudah tua, tapi rohaninya masih kanak-kanak. Padahal menjadi orang Kristen yang tidak matang ada bahayanya :
o          Tidak bisa mengelola bekat Tuhan dengan bertanggung jawab
o          Mudah terombang-ambing berbagai angin pengajaran

Nah, kali ini kita akan mempelajari tanda-tanda orang Kristen yang tidak matang menurut kitab Ibrani 5:11-14 , sehinggga kita bisa menghindarkannya.

TANDA-TANDA KETIDAKMATANGAN ROHANI
1.Lamban dalam mendengar – ayat 11
Ketika seorang baru bertobat biasanya mereka sangat bersemangat. Mereka :
(a)        Mereka sangat bergembira dalam mempelajari FT
Petobat baru biasanya sangat senang kalau diajak kebaktian, Pendalaman alkitab, persekutuan doa dan senang membaca alkitab secara pribadi. Ini dikarenakan mereka sedang menalami “cinta mula-mula.”

(b)        Mereka selalu siap mendengar pengajaran
Petobat baru ketika diajar juga sangat perhatian, mereka menyimak bahkan mencatat apa yang mereka dengar. Ini karena rasa ingin tahu mereka masih sangat tingi.

Tapi dengan berlalunya waktu mereka bisa menjadi apatis dan ogah-ogahan dalam mendengar FT, inilah yang disebut sebagai lamban dalam mendengar. Lamban dalam mendengar sebenarnya lebih tepat diterjemahkan : “bosan dalam mendengar!” Orang bisa menjadi demikian karena 2 hal:
o          Mengalami kebosanan : Jenuh dengan kehidupan rohani yang dijalani
o          Mengalami kemandegan : Tidak bertumbuh secara rohani. Masih menjadi bayi rohani terus.

Solusinya adalah : Kebosanan rohani harus dilawan! Caranya : Carilah kegiatan gerejawi yang paling senang anda lakukan dan aktiflah disana. Dengan aktif kita akan bisa mengurangi kebosanan kita!

2.Ketidakmampuan untuk mengajar – ayat 12a
Yang dimaksud disini bukan mengajar seperti guru kepada muridnya, tapi menjelaskan apa yang menjadi keyakinan imannya. Kepada siapa saja seharusnya kita mampu menjelaskan keyakinan iman kita ?
(a)        Kepada anak kita
Kita harus mampu mengajar anak kita tentang iman yang kita yakini. Ingat, anak itu ibarat kertas putih. Apa yang kita tulis di atas kertas itu akan menentukan masa depan si anak kelak.

(b)        Kepada orang terdekat
Kita juga harus mampu mengajarkan atau menerangkan iman yang kita yakini kepada orang-orang dekat kita, seperti kepada suami, istri, mertua, saudara atau malahan teman-teman dekat kita. 

(c)        Kepada setiap orang yang bertanya kepada kita
Ada kalanya orang bertanya kepada kita tentang apa yang kita yakini. Nah, dalam situasi begini kita harus bisa menjawabnya dengan baik.

Solusi  dalam mengatasi hal ini adalah : kita harus terus belajar! Dengan belajar kita menjadi mampu!

3. Hanya menyukai makanan lunak – ayat 12-13
Ketika masih bayi rohani adalah wajar kita senang mendengar “Firman yang lunak”.
Tapi setelah bertahun-tahun jadi orang Kristen kita juga harus membiasakan diri dengan Firman yang keras. Kita harus mendengar Firman yang seimbang :
(a)        Seimbang antara tuntutan taurat dan kasih karunia Allah
Kita harus memiliki keseimbangan antara mempelajar Taurat (hukum-hukum Allah)  dan Kasih karunia Allah dalam hidup ini. Kalau kita terlalu menekankan Taurat, maka kita akan jadi seperti orang Farisi yang suka menghakimi kekurangan dan kesalahan orang lain.
Sebaliknya, kalau kita terlalu menekankan kasih karunia Allah, kita akan cenderung untuk hidup semauanya.

(b)        Seimbang antara iman dan perbuatan
Kita harus memiliki keseimbangan antara iman dan perbuatan. Yakobus mengatakan ,”Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
Kita harus memahami tanggung jawab kita dan kedaulatan Allah. Kita harus dengan setia memenuhi tanggung jawab kita sebelum kita mengharapkan Tuhan untuk memenuhi bagian-Nya. Kita tidak boleh mengharapkan Tuhan melakukan semuanya, sementara kita tidak melakukan apapun. Iman tanpa perbuatan adalah mati.

(c)        Seimbang antara janji dan perintah
Kita harus memiliki keseimbangan antara ”mengklaim” janji Allah dan mematuhi perintah Allah.
Kita memang bisa mengklaim semua janji yang Tuhan telah berikan kepada kita. Tuhan selalu setia untuk memenuhi janji-Nya. Tapi kita tidak bisa mengabaikan perintah-perintah Allah dan fokus hanya pada janji-janjiNya saja. Banyak kali kita gagal untuk menerima pemenuhan janji-janji Allah karena kita gagal untuk mematuhi perintahNya!
Jadi sebelum menagih janji Tuhan, lakukan dulu perintahNya! Itu baru seimbang namanya. Sebuah Contoh bisa disebutkan disini  :
Tentang perpuluhan. Kita tidak bisa menagih janji Tuhan dalam Maleakhi 3:10-11, kalau kita belum melakukan perintah Tuhan untuk memberikan perpuluhan dengan setia!
Solusinya : pelajari dan dengarkan semua FT, baik yang lunak maupun yang keras, karena semua itu berguna untuk pertumbuhan rohani kita!

4. Ketidakmampuan untuk membedakan – ayat 14
Ketidakmampuan membedakan itu terutama dalam 2 hal :
(a)        Antara baik dan jahat
Ini bicara tentang perilaku. Ada orang Kristen yang tidak bisa membedakan antara :
o          Memberi hadiah (baik) dan menyuap (jahat)
o          Memuji (baik) dan menjilat (jahat)
o          Menasehati (baik) dan menggurui (jahat)

(b)        Antara kebenaran dan kesesatan
Ini bicara tentang pengajaran.Contohnya :  Banyak orang Kristen tidak bisa membedakan antara ajaran saksi Yehova dan kekristenan yang sejati dsb.
Solusi mengatasi masalah ini adalah  : Mintalah kebijaksanaan dari Tuhan untuk bisa membedakan “roh”, sehingga kita selalu bisa membedakan antara yang baik dengan yang jahat dan yang benar dengan yang salah!

Sebagai catatan akhir, kami ingin mengingatkan satu hal penting : Coba anda instropeksi diri, kalau ke 4 tanda di atas ada dalam diri anda itu tandanya anda belum dewasa. Kalau begitu berjuanglah dan terus berusaha agar anda senantiasa bertumbuh dalam iman dan kebajikan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar