Menjadi orang Kristen bertahun-tahun, tidak menjamin seseorang menjadi dewasa rohani. Bahkan ada orang kristen yang umurnya sudah tua, tapi rohaninya masih kanak-kanak. Padahal menjadi orang Kristen yang tidak matang ada bahayanya :
o Tidak bisa mengelola bekat Tuhan
dengan bertanggung jawab
o Mudah terombang-ambing berbagai angin
pengajaran
Nah,
kali ini kita akan mempelajari tanda-tanda orang Kristen yang tidak matang menurut
kitab Ibrani 5:11-14 , sehinggga kita bisa menghindarkannya.
TANDA-TANDA
KETIDAKMATANGAN ROHANI
1.Lamban dalam
mendengar – ayat 11
Ketika
seorang baru bertobat biasanya mereka sangat bersemangat. Mereka :
(a) Mereka sangat bergembira dalam mempelajari
FT
Petobat
baru biasanya sangat senang kalau diajak kebaktian, Pendalaman alkitab,
persekutuan doa dan senang membaca alkitab secara pribadi. Ini dikarenakan
mereka sedang menalami “cinta mula-mula.”
(b) Mereka selalu siap mendengar pengajaran
Petobat
baru ketika diajar juga sangat perhatian, mereka menyimak bahkan mencatat apa
yang mereka dengar. Ini karena rasa ingin tahu mereka masih sangat tingi.
Tapi
dengan berlalunya waktu mereka bisa menjadi apatis dan ogah-ogahan dalam
mendengar FT, inilah yang disebut sebagai lamban dalam mendengar. Lamban dalam
mendengar sebenarnya lebih tepat diterjemahkan : “bosan dalam mendengar!” Orang
bisa menjadi demikian karena 2 hal:
o Mengalami kebosanan : Jenuh dengan
kehidupan rohani yang dijalani
o Mengalami kemandegan : Tidak bertumbuh
secara rohani. Masih menjadi bayi rohani terus.
Solusinya
adalah : Kebosanan rohani harus dilawan! Caranya : Carilah kegiatan gerejawi
yang paling senang anda lakukan dan aktiflah disana. Dengan aktif kita akan
bisa mengurangi kebosanan kita!
2.Ketidakmampuan
untuk mengajar – ayat 12a
Yang
dimaksud disini bukan mengajar seperti guru kepada muridnya, tapi menjelaskan
apa yang menjadi keyakinan imannya. Kepada siapa saja seharusnya kita mampu
menjelaskan keyakinan iman kita ?
(a) Kepada anak kita
Kita
harus mampu mengajar anak kita tentang iman yang kita yakini. Ingat, anak itu
ibarat kertas putih. Apa yang kita tulis di atas kertas itu akan menentukan
masa depan si anak kelak.
(b) Kepada orang terdekat
Kita
juga harus mampu mengajarkan atau menerangkan iman yang kita yakini kepada
orang-orang dekat kita, seperti kepada suami, istri, mertua, saudara atau
malahan teman-teman dekat kita.
(c) Kepada setiap orang yang bertanya kepada
kita
Ada
kalanya orang bertanya kepada kita tentang apa yang kita yakini. Nah, dalam
situasi begini kita harus bisa menjawabnya dengan baik.
Solusi dalam mengatasi hal ini adalah : kita harus
terus belajar! Dengan belajar kita menjadi mampu!
3. Hanya menyukai
makanan lunak – ayat 12-13
Ketika
masih bayi rohani adalah wajar kita senang mendengar “Firman yang lunak”.
Tapi
setelah bertahun-tahun jadi orang Kristen kita juga harus membiasakan diri
dengan Firman yang keras. Kita harus mendengar Firman yang seimbang :
(a) Seimbang antara tuntutan taurat dan
kasih karunia Allah
Kita
harus memiliki keseimbangan antara mempelajar Taurat (hukum-hukum Allah) dan Kasih karunia Allah dalam hidup ini.
Kalau kita terlalu menekankan Taurat, maka kita akan jadi seperti orang Farisi
yang suka menghakimi kekurangan dan kesalahan orang lain.
Sebaliknya,
kalau kita terlalu menekankan kasih karunia Allah, kita akan cenderung untuk
hidup semauanya.
(b) Seimbang antara iman dan perbuatan
Kita
harus memiliki keseimbangan antara iman dan perbuatan. Yakobus mengatakan
,”Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
Kita
harus memahami tanggung jawab kita dan kedaulatan Allah. Kita harus dengan
setia memenuhi tanggung jawab kita sebelum kita mengharapkan Tuhan untuk
memenuhi bagian-Nya. Kita tidak boleh mengharapkan Tuhan melakukan semuanya,
sementara kita tidak melakukan apapun. Iman tanpa perbuatan adalah mati.
(c) Seimbang antara janji dan perintah
Kita
harus memiliki keseimbangan antara ”mengklaim” janji Allah dan mematuhi
perintah Allah.
Kita
memang bisa mengklaim semua janji yang Tuhan telah berikan kepada kita. Tuhan
selalu setia untuk memenuhi janji-Nya. Tapi kita tidak bisa mengabaikan
perintah-perintah Allah dan fokus hanya pada janji-janjiNya saja. Banyak kali
kita gagal untuk menerima pemenuhan janji-janji Allah karena kita gagal untuk
mematuhi perintahNya!
Jadi
sebelum menagih janji Tuhan, lakukan dulu perintahNya! Itu baru seimbang
namanya. Sebuah Contoh bisa disebutkan disini
:
Tentang perpuluhan. Kita tidak bisa menagih janji
Tuhan dalam Maleakhi 3:10-11, kalau kita belum melakukan perintah Tuhan
untuk memberikan perpuluhan dengan setia!
Solusinya
: pelajari dan dengarkan semua FT, baik yang lunak maupun yang keras, karena
semua itu berguna untuk pertumbuhan rohani kita!
4. Ketidakmampuan
untuk membedakan – ayat 14
Ketidakmampuan
membedakan itu terutama dalam 2 hal :
(a) Antara baik dan jahat
Ini
bicara tentang perilaku. Ada orang Kristen yang tidak bisa membedakan antara :
o Memberi hadiah (baik) dan menyuap
(jahat)
o Memuji (baik) dan menjilat (jahat)
o Menasehati (baik) dan menggurui
(jahat)
(b) Antara kebenaran dan kesesatan
Ini
bicara tentang pengajaran.Contohnya :
Banyak orang Kristen tidak bisa membedakan antara ajaran saksi Yehova
dan kekristenan yang sejati dsb.
Solusi
mengatasi masalah ini adalah : Mintalah
kebijaksanaan dari Tuhan untuk bisa membedakan “roh”, sehingga kita selalu bisa
membedakan antara yang baik dengan yang jahat dan yang benar dengan yang salah!
Sebagai
catatan akhir, kami ingin mengingatkan satu hal penting : Coba anda instropeksi
diri, kalau ke 4 tanda di atas ada dalam diri anda itu tandanya anda belum
dewasa. Kalau begitu berjuanglah dan terus berusaha agar anda senantiasa
bertumbuh dalam iman dan kebajikan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar