Selasa, 16 Juli 2013

5 TANDA JEMAAT YANG MENGASIHI TUHAN



Ada 2 hukum utama dalam kekristenan, yaitu , mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan dan akal budi serta mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri.
Pertanyaannya : “apa tandanya bahwa kita mengasihi Allah dengan sepenuh hati

5 TANDA JEMAAT YANG MENGASIHI TUHAN
Di bawah ini ada 5 “P” sebagai tanda kita mengasihi Tuhan :
1. Prayer = Doa
Kita harus punya waktu untuk berdoa kepada Tuhan. Jangan saat ada masalah baru kita mencari Tuhan. Doa merupakan percakapan intim antara 2 pribadi yang saling mengasihi.
Berdoa adalah kegiatan dari hati ke hati.“Masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu…” Tuhan mengajar kita bahwa berdoa ibarat memasuki ruang rahasia, seperti mengadakan rapat tertutup.
Doa adalah hubungan sangat rahasia antara jiwa kita dengan Tuhan, seperti bicara dari hati ke hati. “Menutup pintu” berarti berusaha melupakan dunia yang cemar dan berbahaya, dengan segala peristiwa di dalamnya yang menyibukkan dan menggelikan.

2. Presence = Kehadiran (Ibrani 10:25)
Ayat di atas berbicara tentang kehadiran kita dalam setiap ibadah. Kata pertemuan-pertemuan adalah selalu hadir dalam setiap program-program gereja lokal. Tapi motivasi ke gereja juga harus tepat, sebab ada 5 tipe pengunjung gereja.
Seorang pendeta bernama Ron Edmonson mengamati paling tidak ada 5 jenis manusia yang setiap ming beribadah di gereja :
(a) Testers (Orang yang mencoba/tes)
Tipe tester ini bukanlah jemaat tetap. Ia hanya datang ke sebuah gereja karena beberapa alasan :
(1) Karena kecewa dengan gereja lama
Banyak alasan untuk orang kecewa dengan gereja lamanya. Alasan yang sering diungkapkan adalah :
o   Mereka tidak bertumbuh secara rohani di gereja lama
o   Mereka kurang menyukai kotbah-kotbah di gereja lama
o   Mereka tidak merasa ada ikatan persekutuan yang hanta di gereja lama
o   Mereka kurang merasakan kuasa Tuhan di gereja lama dsb.

(2)  Ingin melihat-lihat suasana gereja yang dikunjungi
o   Jemaat jenis ini seperti orang yang mau beli baju. Pertama-tama, ia lihat-lihat dulu lalu coba sana, coba sini, kalau sudah ada yang cocok baru beli.

(3)  Mengharapkan sambutan yang hangat
o   Karena ia baru melihat-lihat, maka tipe tester sebenarnya mengharapkan ada sambutan hangat kepadanya.
o   Kalau ia disambut hangat kemungkinannya besar ia mau berjemaat di gereja yang dia kunjungi itu.

(b) Pleasers - penyenang
Tipe ini biasanya datang ke gereja bukan karena keinginannya sendiri, tapi ia datang untuk menyenangkan hati teman atau saudara yang mengundangnya ke gereja. Jadi, motivasinya ke gereja hanya sebatas hadir karena tidak enak hati terhadap undangan yang diterima.

(c) Jumpers - Kutu loncat
Tipe ini adalah tipe pengunjung gereja yang suka berpindah-pindah.  Saat ia tidak merasa nyaman pada suatu gereja, ia akan pindah ke gereja lain. Begitu seterusnya.
Kita harus hati-hati menghadapi tipe orang seperti ini. Jangan langsung memberi jabatan strategis kepada tipe ini. Tipe kutu loncat di gereja ini  biasanya juga bersikap sama dalam pekerjaannya.

(d) Seekers - Pencari
Tipe ini adalah orang yang sedang mencari kebenaran yang tertinggi dalam hidupnya.  Mereka sudah muak hidup dengan cara duniawi dan mereka sedang mencari sesuatu yang baru yang dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya.

(e) Investors
Tipe ini adalah orang yang benar-benar lahir baru. Mereka datang ke gereja karena ingin ikut membangun kerajaan Allah. Mereka seperti investor yang menanamkan uang, keahlian, tenaga dan pemikirannya di gereja agar kelak berbuah di Kerajaan Allah yang kekal.
Tipe ini  selayaknya diberi kesempatan untuk berkembang dan dipromosikan, karena mereka akan membuat dampak yang besar bagi pertumbuhan gereja.

3. Possesion = Harta kita (Amsal 3:9-10)
Orang yang mengasihi Tuhan pasti suka memberi untuk pekerjaan Tuhan. Ada 3 hal penting dalam memberi yang harus kita perhatikan :
(a) Memberi karena kasih
Kasih adalah hal yang paling fundamen dalam memberi, sebab arti lain dari memberi adalah mengorbankan.  Allah sendiri dikuasai oleh kasih yang besar sehingga ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal (Yoh 3:16). Jadi, jika Anda memiliki kasih, maka Anda bisa memberi.

(b) Memberi yang terbaik
Memberi yang terbaik artinya ketika kita memberi kita merasakan sakitnya ketika memberi.
Rick Warren, seorang Gembala Jemaat dan penulis yang paling laris dari buku “Purpose Driven Live” mempersembahkan pendapatannya 90%, dan meninggalkan baginya 10% saja, sehingga ia disebut sebagai orang yang dermawan (philanthropist). Tetapi keputusan ini dilakukannya setelah ia dan istrinya berdoa kepada Tuhan.

(c) Memberi sebagai gaya hidup
Memberi haruslah menjadi sebuah gaya hidup bagi orang percaya. Jadi memberi bukan lagi merupakan sebuah beban, namun menjadi sebuah kesukaan.

4. Potential =  Talenta (Matius 25:14-30)
Talenta yang Tuhan berikan harus dikembangkan sehingga semakin ditambahkan oleh Tuhan, dan jangan sekali-kali kita menggerutu.
Beberapa prinsip dalam pengembangan talenta antara lain :
(a) Setiap orang di karuniai talenta yang unik dan istimewa. 
Setiap pribadi adalah unik. Unik artinya istimewa dengan segala keberbedaannya.  Keberbedaan tersebut juga terletak pada karunia dan talenta yang Tuhan titipkan pada kita.  Setiap orang telah di anugerahi talenta masing-masing, namun barangkali kita tidak menyadarinya.
Kita perlu senantiasa berdoa, meneliti diri dan meminta pertolongan Tuhan agar kita bisa mengerti, apa sebetulnya talenta yang Tuhan berikan ke kita. Sehingga kita dapat mengembangkan talenta yang telah Tuhan anugerahkan, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

(b) Talenta setiap orang itu berbeda satu dengan lainnya
Talenta setiap orang itu berbeda, berarti kita tidak perlu menjadi sombong diri, karena sebetulnya talenta itu hanya titipan Tuhan.  Talenta yang banyak berarti tanggung jawab banyak dan besar, tetapi yang diberi sedikit, juga akan dituntut sedikit.
Walaupun talenta kita sedikit, Tuhan pernah bersabda, kalau kita setia dalam perkara yang kecil, Tuhan akan memberkati kita dan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar.

(c) Talenta kita harus kita pertanggung jawabkan pada Tuhan
Jadi, setiap dari kita yang memiliki talenta, kita tidak bisa menjadi sombong.  Apapun yang Tuhan percayakan kepada kita, harus dipertanggungjawabkan.
Kita bisa saja bilang,"Ini kan uang, uang saya ; ini kan pangkat, pangkat saya ; ini kan yang semua saya raih adalah milik saya."
Tetapi, tahukah kita bahwa suatu saat nanti, kita harus pertanggungjawabkan segalanya kepada Tuhan.

(d) Tidak mengembangkan sebuah talenta adalah sebuah kejahatan
Tidak mengembangkan sebuah talenta, bukanlah sebuah kelalaian, bahkan bukan hanya sebuah kebodohan, tetapi merupakan sebuah kejahatan.
Maka dikatakan pada ayat 26, “ Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas”. Bahkan dikatakan pada ayat 30, “ Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

5. Purity = Kemurnian
Segala sesuatu yang kita lakukan harus disertai dengan kemurnian artinya melakukannya seperti kepada Tuhan.  Jadi orang yang mengasihi Tuhan akan melakukan segala sesuatu dengan satu tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Bukan untuk cari jabatan, cari pengaruh atau untuk cari pujian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar