Ada 2 hukum utama dalam
kekristenan, yaitu , mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan dan akal
budi serta mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri.
Pertanyaannya : “apa tandanya
bahwa kita mengasihi Allah dengan sepenuh hati
5 TANDA JEMAAT YANG MENGASIHI TUHAN
Di bawah ini ada 5 “P” sebagai tanda kita mengasihi Tuhan :
1. Prayer = Doa
Kita harus punya waktu untuk berdoa kepada Tuhan. Jangan
saat ada masalah baru kita mencari Tuhan. Doa merupakan percakapan intim antara 2 pribadi yang saling mengasihi.
Berdoa adalah kegiatan dari hati
ke hati.“Masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu…” Tuhan
mengajar kita bahwa berdoa ibarat memasuki ruang rahasia, seperti mengadakan
rapat tertutup.
Doa adalah hubungan sangat rahasia antara jiwa kita dengan
Tuhan, seperti bicara dari hati ke hati. “Menutup pintu” berarti berusaha melupakan
dunia yang cemar dan berbahaya, dengan segala peristiwa di dalamnya yang
menyibukkan dan menggelikan.
2. Presence = Kehadiran (Ibrani 10:25)
Ayat di atas berbicara
tentang kehadiran kita dalam setiap ibadah. Kata pertemuan-pertemuan adalah
selalu hadir dalam setiap program-program gereja lokal. Tapi motivasi ke gereja juga harus tepat,
sebab ada 5 tipe pengunjung gereja.
Seorang pendeta bernama Ron
Edmonson mengamati paling tidak ada 5 jenis manusia yang setiap ming beribadah
di gereja :
(a) Testers (Orang yang mencoba/tes)
Tipe tester ini bukanlah jemaat
tetap. Ia hanya datang ke sebuah gereja karena beberapa alasan :
(1) Karena
kecewa dengan gereja lama
Banyak
alasan untuk orang kecewa dengan gereja lamanya. Alasan yang sering diungkapkan
adalah :
o Mereka tidak bertumbuh secara rohani di gereja lama
o Mereka kurang menyukai kotbah-kotbah di gereja lama
o Mereka tidak merasa ada ikatan persekutuan yang
hanta di gereja lama
o Mereka kurang merasakan kuasa Tuhan di gereja lama
dsb.
(2) Ingin melihat-lihat suasana gereja yang
dikunjungi
o Jemaat jenis ini seperti orang yang mau beli baju.
Pertama-tama, ia lihat-lihat dulu lalu coba sana, coba sini, kalau sudah ada
yang cocok baru beli.
(3) Mengharapkan sambutan yang hangat
o Karena ia baru melihat-lihat, maka tipe tester
sebenarnya mengharapkan ada sambutan hangat kepadanya.
o Kalau ia disambut hangat kemungkinannya besar ia mau
berjemaat di gereja yang dia kunjungi itu.
(b) Pleasers - penyenang
Tipe ini biasanya datang ke gereja bukan karena keinginannya
sendiri, tapi ia datang untuk menyenangkan hati teman atau saudara yang
mengundangnya ke gereja. Jadi, motivasinya ke gereja hanya sebatas hadir karena
tidak enak hati terhadap undangan yang diterima.
(c) Jumpers - Kutu loncat
Tipe ini adalah tipe pengunjung gereja yang suka
berpindah-pindah. Saat ia tidak merasa
nyaman pada suatu gereja, ia akan pindah ke gereja lain. Begitu seterusnya.
Kita harus hati-hati menghadapi tipe orang seperti ini.
Jangan langsung memberi jabatan strategis kepada tipe ini. Tipe kutu loncat di
gereja ini biasanya juga bersikap sama
dalam pekerjaannya.
(d) Seekers - Pencari
Tipe ini adalah orang yang sedang mencari kebenaran yang tertinggi
dalam hidupnya. Mereka sudah muak hidup
dengan cara duniawi dan mereka sedang mencari sesuatu yang baru yang dapat
memenuhi kebutuhan spiritualnya.
(e) Investors
Tipe ini adalah orang yang benar-benar lahir baru. Mereka
datang ke gereja karena ingin ikut membangun kerajaan Allah. Mereka seperti investor yang
menanamkan uang, keahlian, tenaga dan pemikirannya di gereja agar kelak berbuah
di Kerajaan Allah yang kekal.
Tipe ini selayaknya
diberi kesempatan untuk berkembang dan dipromosikan, karena mereka akan membuat
dampak yang besar bagi pertumbuhan gereja.
3. Possesion = Harta kita
(Amsal 3:9-10)
Orang yang mengasihi Tuhan pasti suka memberi untuk
pekerjaan Tuhan. Ada 3 hal penting dalam memberi yang harus kita perhatikan :
(a) Memberi karena kasih
Kasih adalah hal yang paling fundamen dalam memberi, sebab
arti lain dari memberi adalah mengorbankan. Allah sendiri dikuasai oleh kasih yang besar
sehingga ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal (Yoh 3:16). Jadi, jika Anda
memiliki kasih, maka Anda bisa memberi.
(b) Memberi yang terbaik
Memberi yang terbaik artinya ketika kita memberi kita
merasakan sakitnya ketika memberi.
Rick Warren,
seorang Gembala Jemaat dan penulis yang paling laris dari buku “Purpose Driven
Live” mempersembahkan pendapatannya 90%, dan meninggalkan baginya 10% saja,
sehingga ia disebut sebagai orang yang dermawan (philanthropist). Tetapi
keputusan ini dilakukannya setelah ia dan istrinya berdoa kepada Tuhan.
(c) Memberi sebagai gaya hidup
Memberi haruslah menjadi sebuah gaya hidup bagi orang
percaya. Jadi memberi bukan lagi merupakan sebuah beban, namun menjadi sebuah
kesukaan.
4.
Potential = Talenta (Matius 25:14-30)
Talenta yang Tuhan berikan harus dikembangkan sehingga
semakin ditambahkan oleh Tuhan, dan jangan sekali-kali kita menggerutu.
Beberapa prinsip dalam pengembangan talenta antara lain :
(a) Setiap orang di karuniai
talenta yang unik dan istimewa.
Setiap pribadi adalah unik. Unik artinya istimewa dengan
segala keberbedaannya. Keberbedaan
tersebut juga terletak pada karunia dan talenta yang Tuhan titipkan pada
kita. Setiap orang telah di anugerahi talenta masing-masing, namun
barangkali kita tidak menyadarinya.
Kita perlu senantiasa berdoa, meneliti diri dan meminta
pertolongan Tuhan agar kita bisa mengerti, apa sebetulnya talenta yang Tuhan
berikan ke kita. Sehingga kita dapat mengembangkan talenta yang telah Tuhan
anugerahkan, sehingga kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
(b) Talenta setiap orang itu
berbeda satu dengan lainnya
Talenta setiap orang itu berbeda, berarti kita tidak perlu
menjadi sombong diri, karena sebetulnya talenta itu hanya titipan Tuhan. Talenta
yang banyak berarti tanggung jawab banyak dan besar, tetapi yang diberi
sedikit, juga akan dituntut sedikit.
Walaupun talenta kita sedikit, Tuhan pernah bersabda, kalau kita
setia dalam perkara yang kecil, Tuhan akan memberkati kita dan memberikan kita
tanggung jawab yang lebih besar.
(c) Talenta kita harus kita
pertanggung jawabkan pada Tuhan
Jadi, setiap dari kita yang memiliki talenta, kita tidak
bisa menjadi sombong. Apapun yang Tuhan percayakan kepada
kita, harus dipertanggungjawabkan.
Kita bisa saja bilang,"Ini kan uang, uang saya ; ini
kan pangkat, pangkat saya ; ini kan yang semua saya raih adalah milik
saya."
Tetapi, tahukah kita bahwa suatu saat nanti, kita harus
pertanggungjawabkan segalanya kepada Tuhan.
(d) Tidak mengembangkan sebuah
talenta adalah sebuah kejahatan
Tidak mengembangkan sebuah talenta, bukanlah sebuah
kelalaian, bahkan bukan hanya sebuah kebodohan, tetapi merupakan sebuah
kejahatan.
Maka dikatakan pada ayat 26, “ Maka jawab tuannya itu: Hai
kamu, hamba yang jahat dan malas”. Bahkan dikatakan pada ayat 30, “ Dan
campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
5. Purity = Kemurnian
Segala sesuatu yang kita lakukan harus disertai dengan
kemurnian artinya melakukannya seperti kepada Tuhan. Jadi orang yang mengasihi Tuhan akan
melakukan segala sesuatu dengan satu tujuan untuk memuliakan nama Tuhan. Bukan
untuk cari jabatan, cari pengaruh atau untuk cari pujian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar