Ketrampilan
atau keahlian berhubungan dengan orang lain merupakan hal yang amat penting
bagi kesuksesan seseorang. John Maxwell menulis,
"Semua keberhasilan hidup berasal dari memulai
hubungan dengan orang yang tepat dan kemudian
memperkuat hubungan-hubungan
itu dengan menggunakan keterampilan yang baik dalam
berhubungan.”
Nah, kali ini
kita akan belajar berbagai tips dalam membangun hubungan yang baik dengan orang
lain, terutama dengan sesama anggota gereja dulu baru dengan orang lain. Sebelumnya
mari kita dengar dulu pesan Firman Tuhan dalam Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya,
kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! “
7 TIPS MEMBANGUN FELLOWSHIP YANG BAIK
1.Tersenyumlah (Ams.15:13)
Senyum
adalah bahasa keramahan universal. Artinya dimanapun kita berada ketika kita
tersenyum pada seseorang hal itu pasti diartikan sebagai sikap ramah tamah! Bahkan
ada yang mengatakan,” “Senyum adalah lengkungan kecil yang menyelesaikan banyak
masalah besar.”
Dalam
kaitannya dengan menjalin hubungan dengan orang lain banyak sekali manfaat
senyuman, seperti :
(a) Senyum
membuat anda tetap positif
Cobalah lakukan hal ini:
Tersenyumlah sekarang. Lalu cobalah berpikir sesuatu yang menurut anda
negatif tanpa berhenti tersenyum. Tentu ini sulit dilakukan,
bukan? Karena kedua hal tersebut saling bertentangan. Ketika
anda tersenyum, maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh
anda bahwa ‘hidup anda saat ini baik-baik saja’.
(b) Senyum
membuat anda lebih menarik
Kita akan selalu tertarik pada orang
yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri.
Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari anda, tetapi
sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.
(c) Senyum
mengubah mood anda
Ketika anda merasa jatuh atau “down”
cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood anda akan berubah menjadi lebih
baik. Dengan mood yang lebih baik maka anda bisa berhubungan dengan orang lain
dengan lebih baik pula!
(d) Senyum
dapat merangsang orang lain tersenyum
Ketika seseorang tersenyum maka
senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang
lain yang ada disekitarnya dan membuat semua orang menjadi senang.
Orang yang suka tersenyum membawa
kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda
akan disukai oleh banyak orang.
2.Berusahalah “hadir”
Kita
bisa ada disatu tempat, tapi sebenarnya kita tidak hadir disana. Mis: badan
kita bisa ada di ruang kuliah, namun hati kita ada dilapangan bola.
Nah,
untuk mengahadapi rang sulit kita harus bersedia “hadir” baik secara fisik
maupun mental
Dengan
“Hadir”, kita memberi kesan kepada
mereka bahwa kita :
(a)
Menghargai mereka
Tidak
ada yang lebih baik dalam berhubungan dibanding kehadiran diri kita secara
utuh. Dengan kita hadir secara utuh )fisik dan hati) maka orag yang sedang kita
ajak bicara akan merasa dihargai.
(b)
Siap mendengarkan mereka
Semua
orang suka didengarkan. Menurut para ahli ada 5 (lima) tahapan kebutuhan emosi
manusia (personal needs) yang harus kita perhatikan saat kita
berkomunikasi yaitu:
(1) Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai
(2)Kebutuhan untuk didengarkan dan dimengerti
(3)Kebutuhan untuk dilibatkan
(4)Kebutuhan untuk dipercayai
(5)Kebutuhan untuk didukung.
3.Lakukan kontak mata
Dalam
berkomunikasi kontak mata itu amat sangat pengting.Kita perlu menatap lawan
bicara kita, tapi jangan sampai terkesan memelototinya. Bayangkan kalau
seseorang berbicara dengan anda tanpa menatap mata anda, pasti anda akan merasa
kurang dihargai.
Para
peneliti menyelidiki dan melihat seberapa banyak kontak mata yang umumnya
terjadi dalam interaksi satu lawan satu. Dan hasilnya kebanyakan orang
melakukan kontak mata sebanyak 45 - 60 % dari jumlah waktu yang mereka gunakan.
Apa
akibat dari kurangya kontak mata dalam berkomunikasi ?
(a)
orang yang kurang melakukan kontak mata dipandang negatif dalam beberapa hal.
(b)
Mereka di anggap licik,
©
Mereka tidak menarik dalam bersosialisasi
(d)
mereka dianggap kurang meyakinkan di bandingkan orang yang melakukan kontak
mata lebih banyak.
4.Hafalkan dan sebut nama lawan bicara
anda
Orang
akan sangat merasa dihargai ketika namanya dihafal dan sering diucapkan dalam
sebuah percakapan! Dale Carnegie (Bapak Motivasi Amerika) berkata : “ Hal
paling merdu didengar oleh seseorang adalah ketika ia dipangil namanya.”
Seorang
motivator Indonesia bahkan pernah berkata :” Mengucapkan nama dengan benar
membangun hubungan dan membuka banyak pintu.” Jadi, selalu usahakan untuk hafal
nama lawan bicara anda!
5.Sedikit bicara, banyaklah mendengarkan
(pengkh.6:11)
Orang
sering salah kaprah bahwa esensi dari komunikasi itu adalah berbicara. Padahal yang
benar adalah mendengarkan. Setiap orang suka didengarkan. Itu sebabnya Tuhan
menciptakan satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengarkan
daripada berbicara!
Orang
akan merasa sedih dan tidak bahagia ketika "tidak didengarkan" atau
dikucilkan.Ada perbedaan antara sekedar mendengar dan mendengarkan.
(a)
Mendengar (ingg. Hear )
Mendengar
tanpa menyimak, hanya sambil lalu saja. Contoh : kita mendengar kicauan burung
ketika sedang membaca koran diteras rumah.
(b)
Mendengarkan (ingg.Listen)
Ini
berarti mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menyimak dengan serius. Contoh :
Murid mendengarkan pengajaran guru di kelas!
6.Berusaha memahami
Stephen
Covey (ahli manejemen dunia) mengatakan, salah satu kebiasaan orang yang sukses
adalah berusaha memahami orang lain dulu, baru minta dipahami! Lalu bagaimana
cara memahami orang lain ?
(a)
Berfokuslah kepadanya
Ketika
berbicara dengan seseorang, perhatian anda wajib diarahkan kepada lawan bicara
anda.
Kalau
anda suka lirak-lirik kekanan atau kekiri, lawan bicara anda akan tahu bahwa
anda tidak memperhatikan dirinya.
(b)
Berempatilah
Empati
adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Misalnya,
ketika teman kita sedang senang maka kita paham dan bisa merasakan
kegembiraannya dan kita pun ikut tersenyum. Begitu pula ketika teman kita
mengalami kesulitan atau sedang sedih karena kehilangan orang yang dicintainya
maka kita bisa juga merasakan bagaimana perasaan kehilangan tersebut. Dengan
berempati berati anda sudah memahami orang tersebut!
7.Angkatlah orang lain (Ibr.10:24)
John
Maxwell pernah mengajarkan sebuah prinsip yang disebutnya : ”Prinsip Lift.”
Prinsip
ini mengatakan bahwa hubungan yang kita bangun bisa menaikkan atau malahan
menjatuhkan orang lain. Seperti lift yang bisa naik dan turun.
Nah,
kita seharusnya sealu mengupayakan agar hubungan kita dengan orang lain selalu
bisa mengangkat orang tersebut! Bagaimana caranya ?
(a)
Berikan Pujian
Pujian
berdampak sangat positif pada jiwa manusia.Orang yang sering dipuji akan
menunjukan prestasi yang lebih baik dibanding dengan yang jarang dipuji.
(b)
Berikan dorongan
Semua
orang membutuhkan dorongan agar bisa berprestasi.Pernah diadakan penelitian
tentang ketahanana manusia berdiri di atas balok es. Peserta pertama di tempat
tertutup tanpa penonton yang menyoraki. Peserta ke dua di tempat terbuka dan
disoraki banyak orang. Hasilnya: yang disoraki dan di dukung banyak orang mampu bertahan 2 kali lebih lama daripada yang
tidak!
Terima kasih pak atas postingannya...saya diberkati dengan sharringnya...Tuhan Yesus memberkati
BalasHapus