Sebuah gereja yang sehat minimal harus
memiliki 3 bentuk pelayanan yang harus dilaksanakan secara simultan. Apa saja
ke 3 bentuk pelayana gerejawi itu ? Ini dia daftarnya :
I.PELAYANAN MARIA
(Yoh.12:1-7)
Yang dimaksud pelayanan Maria adalah pelayanan rohani, yaitu sebuah
pelayanan yang bersifat kerohanian yang ditujukan baik untuk Tuhan maupun untuk
sesama.
Maria (saudara Marta dan Lazarus) pernah meminyaki kaki Yesus dengan
minyak Narwastu murni seharga 300 dinar. Bayangkan betapa mahalnya minyak itu,
sebab upah pekerja harian pada saat itu hanya 1 dinar sehari.jadi harga minyak
itu setara dengan gaji harian seorang pekerja selama 300 hari.
Kalau kita coba buat perbandingan dengan situasi sekarang, gaji harian
seorang pekerja 40 ribu rupiah, maka harga minyak itu 40.000 x 300 = Rp.
12.000.000 (dua belas juta).
Dua belas juta hanya untuk meminyaki kaki! Pertanyaannya apakah ini
merupakan pemborosan atau inilah harga dari sebuah pelayanan kepada Tuhan ?
Ada beberapa catatan penting berkaitan dengan palayanan Maria ini :
a) PELAYANAN ITU
MAHAL HARGANYA
Uang yang dipakai Maria untuk membeli minyak Narwastu adalah seluruh
tabungannya. Inilah harga sebuah pelayanan bagi Maria – amat mahal.
Dalam pelayanan ada 4 harga yang harus berani kita bayar :
(1) Pengorbanan diri.
Kristus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani, Dia
menginginkan umat-Nya bergerak dengan hati yang melayani. Pengorbanan diri
berarti mengarahkan pikiran pada kebutuhan orang lain dan berusaha memenuhinya
sekali pun harus mengurbankan kepentingan diri pribadi.
(2) Belas kasih yang
nyata.
Kasih hendaknya menjadi penggerak utama untuk kita melayani
sesama, bukan karena program gereja atau karena orang lain. Kasih sejati selalu
disertai tindakan nyata, seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan tentang
orang Samaria yang baik hati. Ia rela mengotori tangannya demi yang membutuhkan
tanpa memandang latar belakang orang itu (Lukas 10:25-37).
(3) Kesediaan hati
Kesediaan hati atau kerelaan diperlukan untuk dapat melayani orang
lain. Kerelaan hati juga berarti melakukan sesuatu dengan sukarela, tanpa
mengharapkan imbalan, atau mencari keuntungan.
(4) Ketekunan
Hidup melayani orang lain tidak dilakukan dalam masa yang singkat
melainkan akan berlangsung sepanjang kehidupan kita. Melayani dengan ketekunan
dan kesabaran ibarat aliran air yang menyegarkan tanah yang haus, sedangkan
pelayanan tanpa ketekunan ibarat banjir yang menerjang sehingga menyebabkan
bencana tanah longsor.
b).PELAYANAN
ADALAH SEBUAH KEHORMATAN BUKAN BEBAN
Perhatikan perbedaan Maria dan Yudas. Kedua orang tersebut merupakan 2
tipe manusia dalam motivasi pelayanannya :
(1) Maria menganggap persembahannya (pelayanannya) yang amat mahal kepada
Yesus bukanlah sebuah beban, tetapi kehormatan. Maria merasa terhormat diberi
kesempatan oleh Yesus untuk melakukan hal itu. Pelayanan yang begini berasal
dari hati dan tdak ada sungut-sungut!
(2) Sementara, Yudas menganggap pelayanan itu sebagai beban.
Oleh sebab itu ia berkata sayang kalau minyak semahal itu hanya untuk
meminyaki kaki Yesus!
Pelayanan seperti ini berasal dari pencarian gengsi dan penuh dengan
sungut-sungut!
c).PELAYANAN
BERAWAL DARI SIKAP HATI YANG MENGASIHI
Apa yang dilakukan oleh Maria berawal dari sikap hatinya yang sangat
mengasihi Yesus. Pelayanan harus berawal dari sini. Sebab kalau tidak pelayanan
hanya akan menjadi melenceng. Ada beberapa bahaya yang harus kita waspadai :
(1) Pengisi waktu
Daripada bayak waktu luang mendingan dipakai melayani.
(2) Pencarian status
Ada juga yang menganggap status dalam kepengurusan gereja sebagai sesuatu
yang harus dikejar. Caranya ya dengan
melayani itu, status tinggi akan tercapai.
(3) Penyehat jiwa
Larry Crab seorang konselor dan penulis buku kenamaan pernah berkata :’
gereja adalah tempat dimana seseorang bisa meraih semua hal yang dibutuhkan
oleh jiwanya.”
Jadi orang yang aktif bergereja dan melayani sebenarnya punya keuntungan
sampingan jiwanya menjadi sehat!
d).PELAYANAN ITU
BERARTI MENYENANGKAN HATI TUHAN
Pertama-tama mesti diingat bahwa pelayanan itu bertujuan menyenangkan
hati Tuhan bukan hati manusia! Pelayanan Maria sangat menyenangkan hati Yesus.
Meskipun demikian, pelayanannya tidak menyenangkan hati Yudas.
Kalau menghadapi dilema seperti Maria di atas, kita harus memilih yang
pertama.
Meskipun banyak protes dari manusia, sepanjang kita yakin bahwa pelayanan
yang kita lakukan menyenangkan hati Tuhan : maju terus!!!
II. PELAYANAN MARTA (Lukas 10:38-40)
Orang sering mendikotomikan (mempertentangkan)
pelayanan Maria (rohani) dan pelayanan Martha (non rohani), padahal sebenarnya
keduanya tidak usah dipertentangkan tapi untuk saling melengkapi.
Karena pada kenyataannya Gereja tidak
hanya memerlukan pelayanan Maria tetapi juga pelayanan Martha.
ALASAN KENAPA PELAYANAN MARTA ITU PENTING ?
Ada beberapa alasan yang patut
dikemukakan mengenai pentingnya pelayanan Martha :
1.Manusia bukan hanya terdiri dari roh dan
jiwa tetapi dari tubuh juga
Manusia terdiri dari 3 unsur yang tak
terpisahkan yaitu tubuh, jiwa dan roh. Oleh sebab itu kalau kita melayani
manusia, maka ketiganya harus kita “beri makan”! Yesus sendiri memberi contoh :
ketika 5.000 laki-laki mengikuti Dia dan mendengar kotbahnya seharian
kelaparan, ia menyuruh murid-muridnya memberi mereka makan. Jadi tidak hanya
rohani saja dipuaskan, tetapi kebutuhan fisik juga diperhatikan.
2.Tuhan bekerja disemua bidang kehidupan
manusia
Orang sering mempertentangkan hal
rohani dengan hal secular. Seolah-olah hal yang berbau rohani lebih tinggi dari
hal yang berbau secular. Padahal keduanya seharusnya saling melengkapi.
Tuhan bekerja disemua bidang kehidupan
manusia, oleh sebab itu semua jenis pelayanan sama harganya dimata Tuhan.
(a) Pelayanan mengatur parkir mobil
dengan pelayanan mimbar sama harganya
(b) Pelayanan mencari dana untuk
Pekabaran injil sama mulianya dengan pelayanan pekabaran injil itu sendiri.
3.Yang penting bukan “apa jenis pelayanan
kita”, melainkan “bagaimana kita melakukannya”?
Apa jenis pelayanan kita digereja
(berkotbah, ngepel gereja, jaga parkir, ngajar sekolah mingggu dsb) tidak penting dimata Tuhan.Yang Tuhan lihat
adalah bagaimana kita melaukan pelayanan itu ?
(a) Apakah dengan sepenuh hati atau
tidak ?
(b) Apakah dengan sukacita atau tidak
?
(c) Apakah dengan bertangungjawab atau
tidak ?
(d) Apakah untuk kemuliaan Tuhan atau
kemuliaan diri sendiri ?
4.Untuk keseimbangan
Hidup yang paling bijaksana adalah
hidup yang seimbang. Orang China kuno meyakini bahwa hidup yang ideal adalah
adanya keseimbangan anyara Yin dan Yang. Kalau keseimbangan itu terganggu maka
manusia akan sakit. Demikian juga pelayanan yang paling baik adalah pelayanan
yang seimbang.
III. PELAYANAN
LAZARUS
Yang dimaksud dengan palayanan Lazarus
adalah pelayanan penginjilan. Gereja yang sehat dan bertumbuh adalah gereja
memiliki semangat misi yang tinggi. Ada beberapa catatan penting tentang misi
ini :
1.Misi adalah jiwanya Allah
Allah adalah Allah yang mencari dan
menyelamatkan yang hilang. Ia aktif menjemput bola, bukan menunggu bola. Ia
Aktif mengutus kita. Ada 2 Kata Yesus yang sangat berpengaruh :” Marilah….dan
Pergilah….”
2.Misi itu universal dan bukan
particular
Pertanyaan penting disini adalah , kepada
siapa kita menyampaikan kesaksian kita ?
Dr.R.C Sproul seorang teolog kenamaan membagi umat
manusia menjadi 4 kelompok :
a) Kelompok manusia yang belum diselamatkan dan tahu
bahwa mereka belum selamat.
Yang termasuk golongan ini adalah orang ateis dan orang
Agnostik (orang yang tidak perduli Tuhan itu ada atau tidak).
b) Kelompok manusia yang sudah diselamatkan tetapi mereka
tidak yakin akan keselamatannya
Golongan ini adalah orang-orang yang sudah percaya Yesus
dan lahir baru, tetapi karena kurang mendapat pengajaran yang jelas, mereka
masih beranggapan, bahwa kalau mereka berbuat suatu kesalahan, keselamatan
mereka otomatis bisa hilang kembali.
c) Kelompok manusia yang belum diselamatkan, tapi mengira
dirinya sudah diselamatkan
Ini adalah kelompok terbesar. Termasuk kelompok ini
adalah mereka yang berteriak ” Tuhan, Tuhan, bukankah
kami melakukan banyak mujizat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu,
dan berkhotbah dalam nama-Mu?" (mat.7:22-23) .
Kelompok ini merasa dirinya beragama, tetapi
ternyata mereka percaya kepada Tuhan yang salah!
d) Kelompok manusia yang sudah diselamatkan dan tahu
bahwa mereka sudah selamat.
Ini adalah kelompok orang kristen yang sudah dewasa dan
matang!
Nah, mengikuti pembagian Dr. R.C. Sproul di atas maka
kita perlu bersaksi kepada kelompok a – c di atas!
3.Misi itu harus kontekstual
Misi harus berangkat dari basic human
need. Oleh sebab itu misi harus selalu kontekstual. Misi harus menjawab
persoalan riil di lapangan. Oleh sebab itu pendeatan misi sebaiknya adalah
pendekatan induktif dan bukan deduktif.
4.Misi yang berhasil harus berdasar
pada prinsip-prinsip alkitabiah
Ada beberapa
prinsip penginjilan yang amat penting untuk diperhatikan agar penginjilan kita
sukses
a).People (Kis. 8:1-4; 11:19-21)
Prinsip ini
menegaskan bahwa yang bertugas melakukan penginjilan adalah semua orang
percaya, bukan hanya para pelayan Tuhan saja.Gereja mula-mula bisa berkembang
pesat karena semua jemaat berperan aktif dalam memberitakan injil, bukan hanya
para rasul saja.
Semakin banyak
yang terlibat dalam penginjilan, maka semakin cepat gereja itu berkembang!
b).Power
Prinsip ini
menekankan bahwa penginjilan yang sukses adalah penginjilan yang disertai
kuasa, bukan sekedar permainan kata semata.Peristiwa bengkitnya Lazarus menjadi
peristiwa pemberitaan injil karena disana ada kuasa Allah yang didemonstrasikan
(Yesus membangkitkan Lazarus). Gereja mula-mula juga berkembang dengan pesat
setelah Roh Kudus turun atas para murid (Kis.1:8)
3.Plan (rencana)
Penginjilan harus
melalui perencanaan yang matang. Harus ada strategi yang dijalankan agar
penginjilan kita efektif. Para awam harus dilatih dulu, agar penginjilannya
efektif dan tidak ngawur. Hasil riset menunjukkan : Penginjilan tersukses
adalah “Friendship Evangelism” – penginjilan pertemanan.
4.Priority
(prioritas)
Semua orang harus
diinjili tapi kita harus memprioritaskan mana yang lebih dulu dijadikan sasaran
target. Misalnya : suku sunda ; anak-anak gelandangan ; kaum bisnismen dsb.
Harus jelas (spesifik) target yang dituju. Semakin spesifik targetnya,
semakin baik hasilnya.
Selain itu
penginjilan harus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan orang. Jadi lihat dulu
apa kebutuhan pokoknya, baru masuk dengan strategi apakah memakai pelayanan
diakonia, konseling atau pendekatan yang lain.
5.Prayer (doa)
Doa adalah
penopang utama kesuksesan penginjilan. Tanpa doa maka penginjilan hanya usaha
manusia belaka yang akan sia-sia.
Billy Graham
bahkan berkata : “Kunci suksesku dalam penginjilan bukan pada kepandaianku
berbicara, bukan pula pada kerapian organisasiku, tetapi pada doa.”
Ada saran praktis
yang ingin kami sampaikan :
(a)
Buat target doa dan tulis nama-nama mereka. Dan yang perlu didoakan adalah
:Keluarga yang belum diselamatkan, tetangga, dan orang disekitar kita.
(b)
Berdoa syafaat bagi mereka yang masuk dalam daftar doa, berdoa sampai Roh Kudus
menjamah dan bekerja.
Terimakasih untuk blog ini..saya sangat rerberkati dan menjadi acuan kami dalam pelayanan. GB
BalasHapus