Kamis, 11 Juli 2013

3 BENTUK PELAYANAN GEREJA



Sebuah gereja yang sehat minimal harus memiliki 3 bentuk pelayanan yang harus dilaksanakan secara simultan. Apa saja ke 3 bentuk pelayana gerejawi itu ? Ini dia daftarnya :

I.PELAYANAN MARIA (Yoh.12:1-7)
Yang dimaksud pelayanan Maria adalah pelayanan rohani, yaitu sebuah pelayanan yang bersifat kerohanian yang ditujukan baik untuk Tuhan maupun untuk sesama.
Maria (saudara Marta dan Lazarus) pernah meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu murni seharga 300 dinar. Bayangkan betapa mahalnya minyak itu, sebab upah pekerja harian pada saat itu hanya 1 dinar sehari.jadi harga minyak itu setara dengan gaji harian seorang pekerja selama 300 hari.
Kalau kita coba buat perbandingan dengan situasi sekarang, gaji harian seorang pekerja 40 ribu rupiah, maka harga minyak itu 40.000 x 300 = Rp. 12.000.000 (dua belas juta).
Dua belas juta hanya untuk meminyaki kaki! Pertanyaannya apakah ini merupakan pemborosan atau inilah harga dari sebuah pelayanan kepada Tuhan ?

Ada beberapa catatan penting berkaitan dengan palayanan Maria ini :
a) PELAYANAN ITU MAHAL HARGANYA
Uang yang dipakai Maria untuk membeli minyak Narwastu adalah seluruh tabungannya. Inilah harga sebuah pelayanan bagi Maria – amat mahal.
Dalam pelayanan ada 4 harga yang harus berani kita bayar :
(1) Pengorbanan diri.
Kristus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani, Dia menginginkan umat-Nya bergerak dengan hati yang melayani. Pengorbanan diri berarti mengarahkan pikiran pada kebutuhan orang lain dan berusaha memenuhinya sekali pun harus mengurbankan kepentingan diri pribadi.

(2) Belas kasih yang nyata.
Kasih hendaknya menjadi penggerak utama untuk kita melayani sesama, bukan karena program gereja atau karena orang lain. Kasih sejati selalu disertai tindakan nyata, seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Ia rela mengotori tangannya demi yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang orang itu (Lukas 10:25-37).

(3) Kesediaan hati
Kesediaan hati atau kerelaan diperlukan untuk dapat melayani orang lain. Kerelaan hati juga berarti melakukan sesuatu dengan sukarela, tanpa mengharapkan imbalan, atau mencari keuntungan.

(4) Ketekunan
Hidup melayani orang lain tidak dilakukan dalam masa yang singkat melainkan akan berlangsung sepanjang kehidupan kita. Melayani dengan ketekunan dan kesabaran ibarat aliran air yang menyegarkan tanah yang haus, sedangkan pelayanan tanpa ketekunan ibarat banjir yang menerjang sehingga menyebabkan bencana tanah longsor.

b).PELAYANAN ADALAH SEBUAH KEHORMATAN BUKAN BEBAN
Perhatikan perbedaan Maria dan Yudas. Kedua orang tersebut merupakan 2 tipe manusia dalam motivasi pelayanannya :
(1) Maria menganggap persembahannya (pelayanannya) yang amat mahal kepada Yesus bukanlah sebuah beban, tetapi kehormatan. Maria merasa terhormat diberi kesempatan oleh Yesus untuk melakukan hal itu. Pelayanan yang begini berasal dari hati dan tdak ada sungut-sungut!

(2) Sementara, Yudas menganggap pelayanan itu sebagai beban.
Oleh sebab itu ia berkata sayang kalau minyak semahal itu hanya untuk meminyaki kaki Yesus!
Pelayanan seperti ini berasal dari pencarian gengsi dan penuh dengan sungut-sungut!

c).PELAYANAN BERAWAL DARI SIKAP HATI YANG MENGASIHI
Apa yang dilakukan oleh Maria berawal dari sikap hatinya yang sangat mengasihi Yesus. Pelayanan harus berawal dari sini. Sebab kalau tidak pelayanan hanya akan menjadi melenceng. Ada beberapa bahaya yang harus kita waspadai :
(1) Pengisi waktu
Daripada bayak waktu luang mendingan dipakai melayani.

(2) Pencarian status
Ada juga yang menganggap status dalam kepengurusan gereja sebagai sesuatu yang harus dikejar.  Caranya ya dengan melayani itu, status tinggi akan tercapai.

(3) Penyehat jiwa
Larry Crab seorang konselor dan penulis buku kenamaan pernah berkata :’ gereja adalah tempat dimana seseorang bisa meraih semua hal yang dibutuhkan oleh jiwanya.”
Jadi orang yang aktif bergereja dan melayani sebenarnya punya keuntungan sampingan jiwanya menjadi sehat!

d).PELAYANAN ITU BERARTI MENYENANGKAN HATI TUHAN
Pertama-tama mesti diingat bahwa pelayanan itu bertujuan menyenangkan hati Tuhan bukan hati manusia! Pelayanan Maria sangat menyenangkan hati Yesus. Meskipun demikian, pelayanannya tidak menyenangkan hati Yudas.
Kalau menghadapi dilema seperti Maria di atas, kita harus memilih yang pertama.
Meskipun banyak protes dari manusia, sepanjang kita yakin bahwa pelayanan yang kita lakukan menyenangkan hati Tuhan : maju terus!!!

II. PELAYANAN MARTA (Lukas 10:38-40)
Orang sering mendikotomikan (mempertentangkan) pelayanan Maria (rohani) dan pelayanan Martha (non rohani), padahal sebenarnya keduanya tidak usah dipertentangkan tapi untuk saling melengkapi.
Karena pada kenyataannya Gereja tidak hanya memerlukan pelayanan Maria tetapi juga pelayanan Martha.

ALASAN KENAPA PELAYANAN MARTA ITU PENTING ?
Ada beberapa alasan yang patut dikemukakan mengenai pentingnya pelayanan Martha :
1.Manusia bukan hanya terdiri dari roh dan jiwa tetapi dari tubuh juga
Manusia terdiri dari 3 unsur yang tak terpisahkan yaitu tubuh, jiwa dan roh. Oleh sebab itu kalau kita melayani manusia, maka ketiganya harus kita “beri makan”! Yesus sendiri memberi contoh : ketika 5.000 laki-laki mengikuti Dia dan mendengar kotbahnya seharian kelaparan, ia menyuruh murid-muridnya memberi mereka makan. Jadi tidak hanya rohani saja dipuaskan, tetapi kebutuhan fisik juga diperhatikan.

2.Tuhan bekerja disemua bidang kehidupan manusia
Orang sering mempertentangkan hal rohani dengan hal secular. Seolah-olah hal yang berbau rohani lebih tinggi dari hal yang berbau secular. Padahal keduanya seharusnya saling melengkapi.
Tuhan bekerja disemua bidang kehidupan manusia, oleh sebab itu semua jenis pelayanan sama harganya dimata Tuhan.
(a) Pelayanan mengatur parkir mobil dengan pelayanan mimbar sama harganya
(b) Pelayanan mencari dana untuk Pekabaran injil sama mulianya dengan pelayanan pekabaran injil itu sendiri.

3.Yang penting bukan “apa jenis pelayanan kita”, melainkan “bagaimana kita melakukannya”?
Apa jenis pelayanan kita digereja (berkotbah, ngepel gereja, jaga parkir, ngajar sekolah mingggu dsb)  tidak penting dimata Tuhan.Yang Tuhan lihat adalah bagaimana kita melaukan pelayanan itu ?
(a) Apakah dengan sepenuh hati atau tidak ?
(b) Apakah dengan sukacita atau tidak ?
(c) Apakah dengan bertangungjawab atau tidak ?
(d) Apakah untuk kemuliaan Tuhan atau kemuliaan diri sendiri ?

4.Untuk keseimbangan
Hidup yang paling bijaksana adalah hidup yang seimbang. Orang China kuno meyakini bahwa hidup yang ideal adalah adanya keseimbangan anyara Yin dan Yang. Kalau keseimbangan itu terganggu maka manusia akan sakit. Demikian juga pelayanan yang paling baik adalah pelayanan yang seimbang.

III. PELAYANAN LAZARUS
Yang dimaksud dengan palayanan Lazarus adalah pelayanan penginjilan. Gereja yang sehat dan bertumbuh adalah gereja memiliki semangat misi yang tinggi. Ada beberapa catatan penting tentang misi ini :
1.Misi adalah jiwanya Allah
Allah adalah Allah yang mencari dan menyelamatkan yang hilang. Ia aktif menjemput bola, bukan menunggu bola. Ia Aktif mengutus kita. Ada 2 Kata Yesus yang sangat berpengaruh :” Marilah….dan Pergilah….”

2.Misi itu universal dan bukan particular
Pertanyaan penting disini adalah , kepada siapa kita menyampaikan kesaksian kita ?
Dr.R.C Sproul seorang teolog kenamaan membagi umat manusia menjadi 4 kelompok :
a) Kelompok manusia yang belum diselamatkan dan tahu bahwa mereka belum selamat.
Yang termasuk golongan ini adalah orang ateis dan orang Agnostik (orang yang tidak perduli Tuhan itu ada atau tidak).

b) Kelompok manusia yang sudah diselamatkan tetapi mereka tidak yakin akan keselamatannya
Golongan ini adalah orang-orang yang sudah percaya Yesus dan lahir baru, tetapi karena kurang mendapat pengajaran yang jelas, mereka masih beranggapan, bahwa kalau mereka berbuat suatu kesalahan, keselamatan mereka otomatis bisa hilang kembali.

c) Kelompok manusia yang belum diselamatkan, tapi mengira dirinya sudah diselamatkan
Ini adalah kelompok terbesar. Termasuk kelompok ini adalah mereka yang berteriak ” Tuhan, Tuhan, bukankah kami melakukan banyak mujizat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan berkhotbah dalam nama-Mu?" (mat.7:22-23) .
Kelompok ini merasa dirinya beragama, tetapi ternyata mereka percaya kepada Tuhan yang salah!

d) Kelompok manusia yang sudah diselamatkan dan tahu bahwa mereka sudah selamat.
Ini adalah kelompok orang kristen yang sudah dewasa dan matang!

Nah, mengikuti pembagian Dr. R.C. Sproul di atas maka kita perlu bersaksi kepada kelompok a – c di atas!

3.Misi itu harus kontekstual
Misi harus berangkat dari basic human need. Oleh sebab itu misi harus selalu kontekstual. Misi harus menjawab persoalan riil di lapangan. Oleh sebab itu pendeatan misi sebaiknya adalah pendekatan induktif dan bukan deduktif.

4.Misi yang berhasil harus berdasar pada prinsip-prinsip alkitabiah
Ada beberapa prinsip penginjilan yang amat penting untuk diperhatikan agar penginjilan kita sukses

a).People (Kis. 8:1-4; 11:19-21)
Prinsip ini menegaskan bahwa yang bertugas melakukan penginjilan adalah semua orang percaya, bukan hanya para pelayan Tuhan saja.Gereja mula-mula bisa berkembang pesat karena semua jemaat berperan aktif dalam memberitakan injil, bukan hanya para rasul saja.
Semakin banyak yang terlibat dalam penginjilan, maka semakin cepat gereja itu berkembang!

b).Power
Prinsip ini menekankan bahwa penginjilan yang sukses adalah penginjilan yang disertai kuasa, bukan sekedar permainan kata semata.Peristiwa bengkitnya Lazarus menjadi peristiwa pemberitaan injil karena disana ada kuasa Allah yang didemonstrasikan (Yesus membangkitkan Lazarus). Gereja mula-mula juga berkembang dengan pesat setelah Roh Kudus turun atas para murid (Kis.1:8)

3.Plan (rencana)
Penginjilan harus melalui perencanaan yang matang. Harus ada strategi yang dijalankan agar penginjilan kita efektif. Para awam harus dilatih dulu, agar penginjilannya efektif dan tidak ngawur. Hasil riset menunjukkan : Penginjilan tersukses adalah “Friendship Evangelism” – penginjilan pertemanan.

4.Priority (prioritas)
Semua orang harus diinjili tapi kita harus memprioritaskan mana yang lebih dulu dijadikan sasaran target. Misalnya : suku sunda ; anak-anak gelandangan ; kaum bisnismen dsb.
Harus jelas (spesifik) target yang dituju. Semakin spesifik targetnya, semakin baik hasilnya.
Selain itu penginjilan harus dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan orang. Jadi lihat dulu apa kebutuhan pokoknya, baru masuk dengan strategi apakah memakai pelayanan diakonia, konseling atau pendekatan yang lain.

5.Prayer (doa)
Doa adalah penopang utama kesuksesan penginjilan. Tanpa doa maka penginjilan hanya usaha manusia belaka yang akan sia-sia.
Billy Graham bahkan berkata : “Kunci suksesku dalam penginjilan bukan pada kepandaianku berbicara, bukan pula pada kerapian organisasiku, tetapi pada doa.”
Ada saran praktis yang ingin kami sampaikan :
(a)  Buat target doa dan tulis nama-nama mereka. Dan yang perlu didoakan adalah :Keluarga yang belum diselamatkan, tetangga, dan orang disekitar kita.

(b) Berdoa syafaat bagi mereka yang masuk dalam daftar doa, berdoa sampai Roh Kudus menjamah dan bekerja.

1 komentar:

  1. Terimakasih untuk blog ini..saya sangat rerberkati dan menjadi acuan kami dalam pelayanan. GB

    BalasHapus