Minggu, 06 Oktober 2013

3 LEVEL KEANGGOTAAN JEMAAT



Setiap orang kristen adalah bagian dari tubuh Kristus yang universal. Namun demikian sebagai anggota tubuh Kristus masing-masing kita menjadi bagian dari sebuah gereja local.
Di gereja local inilah biasanya semua potensi, talenta, kapabilitas, ide dan sumbangsih kita pertama-tama kita dedikasikan.
Kalau kita amati lebih teliti, ternyata ada 3 level kiprah orang percaya di dalam tubuh Kristus. Mari kita lihat satu demi satu.

1. Level membership
Ini menunjukkan sebuah situasi dimana seseorang menjadi anggota aktif sebuah gereja local. Ia menjalankan kewajibannya sebagai anggota jemaat dengan baik, seperti : beribadah secara rutin, memberi persembahan dan perpuluhan dengan setia, namanya tercatat di buku keanggotaan gereja dan mungkin ikut sedikit kegiatan pelayanan.
Di sisi lain, ia juga sudah berhak menikmati haknya sebagai anggota jemaat seperti : memperoleh pelayanan dari para hamba Tuhan, menerima baptisan kudus, menerima perjamuan kudus dan kalau nanti meninggal menerima pelayanan pemakaman dari gereja.
Namun demikian jemaat level ini hanya aktif di permukaan saja. Ia menjadi anggota jemaat yang setia hanya sebatas untuk memenuhi kewajiban agamanya saja dan sekaligus dengan itu merasa berhak menerima pelayanan agamawi dari gereja.

2. Level Fellowship
Level ini sudah lebih maju dan berakar dari level pertama. Jemaat level fellowship bukan sekedar jemaat yang hadir untuk memenuhi kewajiban keagamaannya, tetapi sekaligus berusaha dengan sungguh untuk membangun sebuah hubungan yang cukup mendalam dengan anggota tubuh Kristus yang lain.
Jemaat level ini sudah pasti ikut terjun dalam pelayanan bahkan mungkin menjadi pengerja yang sangat aktif. Ia sadar bahwa semua potensi dan talenta yang dimilikinya harus dipakai  secara bersama-sama dengan anggota jemaat yang lain untuk membangun tubuh Kristus dalam gereja local.
Level ini sudah meninggalkan sikap individualitasnya dan menikmati secara utuh kehidupan berkomunitas. Hubunganya dengan anggota jemaat lain sudah cukup mendalam dan bukan sekedar hanya kenal nama saja.
Mereka menyadari bahwa hidup sebagai anggota tubuh kristus berarti hidup dalam sebuah komunitas yang saling perduli dan berbagi.

3. Level partnership
Tipe ini adalah tipe yang paling tinggi sebab ia sudah memahami bahwa panggilan hidupnya bukan sekedar untuk menjadi anggota gereja atau sekedar bersekutu saja melainkan untuk menjadi partner atau kawan sekerja Allah di dunia ini.
Oleh sebab itu peran level ini sudah menjangkau ruang lingkup yang sangat luas. Ia tidak hanya menjadi pengkhotbah di gerejanya sendiri, tetapi ia juga sudah menjadi seorang pengkhotbah Am (oikumenis). Ia bukan saja menjadi pengajar yang berdedikasi bagi jemaatnya sendiri, tetapi ia juga sudah menjadi pengajar yang memberkati berbagai macam gereja di luar gerejanya  sendiri atau denominasi yang diikutinya.
Ia juga gemar sekali membagikan ilmu atau pengetahuan alkitab yang dimilikinya kepada khalayak yang lebih luas, misalnya dengan menulis buku, membuat blog atau traktat untuk disebarluaskan secara massiv.
Dan sebagian bahkan ada yang terpanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menjangkau suku-suku yang terasing dengan menjadi misionaris.

Nah, sebuah gereja yang sehat adalah gereja yang mampu mendrive jemaatnya untuk berpindah dari level satu menuju level dua, syukur-syukur bisa sampai level tiga !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar