Setiap orang kristen adalah
bagian dari tubuh Kristus yang universal. Namun demikian sebagai anggota tubuh
Kristus masing-masing kita menjadi bagian dari sebuah gereja local.
Di gereja local inilah
biasanya semua potensi, talenta, kapabilitas, ide dan sumbangsih kita
pertama-tama kita dedikasikan.
Kalau kita amati lebih
teliti, ternyata ada 3 level kiprah orang percaya di dalam tubuh Kristus. Mari
kita lihat satu demi satu.
1. Level membership
Ini menunjukkan sebuah
situasi dimana seseorang menjadi anggota aktif sebuah gereja local. Ia menjalankan
kewajibannya sebagai anggota jemaat dengan baik, seperti : beribadah secara
rutin, memberi persembahan dan perpuluhan dengan setia, namanya tercatat di
buku keanggotaan gereja dan mungkin ikut sedikit kegiatan pelayanan.
Di sisi lain, ia juga sudah
berhak menikmati haknya sebagai anggota jemaat seperti : memperoleh pelayanan
dari para hamba Tuhan, menerima baptisan kudus, menerima perjamuan kudus dan
kalau nanti meninggal menerima pelayanan pemakaman dari gereja.
Namun demikian jemaat level
ini hanya aktif di permukaan saja. Ia menjadi anggota jemaat yang setia hanya
sebatas untuk memenuhi kewajiban agamanya saja dan sekaligus dengan itu merasa
berhak menerima pelayanan agamawi dari gereja.
2. Level Fellowship
Level ini sudah lebih maju
dan berakar dari level pertama. Jemaat level fellowship bukan sekedar jemaat
yang hadir untuk memenuhi kewajiban keagamaannya, tetapi sekaligus berusaha
dengan sungguh untuk membangun sebuah hubungan yang cukup mendalam dengan anggota
tubuh Kristus yang lain.
Jemaat level ini sudah
pasti ikut terjun dalam pelayanan bahkan mungkin menjadi pengerja yang sangat
aktif. Ia sadar bahwa semua potensi dan talenta yang dimilikinya harus dipakai secara bersama-sama dengan anggota jemaat yang
lain untuk membangun tubuh Kristus dalam gereja local.
Level ini sudah
meninggalkan sikap individualitasnya dan menikmati secara utuh kehidupan
berkomunitas. Hubunganya dengan anggota jemaat lain sudah cukup mendalam dan bukan
sekedar hanya kenal nama saja.
Mereka menyadari bahwa
hidup sebagai anggota tubuh kristus berarti hidup dalam sebuah komunitas yang
saling perduli dan berbagi.
3. Level partnership
Tipe ini adalah tipe yang
paling tinggi sebab ia sudah memahami bahwa panggilan hidupnya bukan sekedar
untuk menjadi anggota gereja atau sekedar bersekutu saja melainkan untuk
menjadi partner atau kawan sekerja Allah di dunia ini.
Oleh sebab itu peran level
ini sudah menjangkau ruang lingkup yang sangat luas. Ia tidak hanya menjadi
pengkhotbah di gerejanya sendiri, tetapi ia juga sudah menjadi seorang
pengkhotbah Am (oikumenis). Ia bukan saja menjadi pengajar yang berdedikasi
bagi jemaatnya sendiri, tetapi ia juga sudah menjadi pengajar yang memberkati
berbagai macam gereja di luar gerejanya
sendiri atau denominasi yang diikutinya.
Ia juga gemar sekali
membagikan ilmu atau pengetahuan alkitab yang dimilikinya kepada khalayak yang
lebih luas, misalnya dengan menulis buku, membuat blog atau traktat untuk
disebarluaskan secara massiv.
Dan sebagian bahkan ada
yang terpanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Allah untuk menjangkau
suku-suku yang terasing dengan menjadi misionaris.
Nah, sebuah gereja yang
sehat adalah gereja yang mampu mendrive
jemaatnya untuk berpindah dari level satu menuju level dua, syukur-syukur bisa
sampai level tiga !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar